Mengapa Menghitung Premi Itu Penting?
Sebelum membeli asuransi pendidikan, hal pertama yang wajib dilakukan adalah menghitung besar premi yang sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga.
Premi merupakan “harga” dari perlindungan dan manfaat yang akan Anda dapatkan di masa depan.
Jika terlalu besar, bisa memberatkan keuangan bulanan. Jika terlalu kecil, manfaat yang diterima bisa kurang optimal.
Maka dari itu, penting untuk memahami bagaimana cara menghitung premi secara realistis – agar Anda bisa menyiapkan masa depan pendidikan anak tanpa mengganggu kestabilan finansial.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Premi
Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan asuransi biasanya menyesuaikan premi berdasarkan beberapa faktor berikut:
- Usia tertanggung. Semakin muda usia orang tua saat mendaftar, semakin rendah risiko kesehatan, sehingga premi juga lebih murah.
- Usia anak saat polis dimulai. Jika anak masih kecil (balita), waktu investasi lebih panjang dan premi bisa disesuaikan lebih ringan. Namun, jika anak sudah mendekati usia sekolah, premi biasanya akan lebih besar karena waktu menabung lebih pendek.
- Jumlah pertanggungan yang diinginkan. Semakin besar target dana pendidikan (misalnya kuliah di luar negeri), semakin besar pula premi yang harus dibayarkan setiap bulan.
- Jenis produk asuransi. Produk unit link memiliki premi lebih fleksibel namun berisiko fluktuatif, sedangkan produk tradisional lebih stabil tapi hasilnya tetap.
- Durasi masa asuransi. Semakin lama masa perlindungan, semakin besar nilai dana pendidikan yang bisa dicapai, meski premi bulanan bisa lebih ringan karena dibagi dalam periode panjang.
Rumus Dasar untuk Menghitung Premi Asuransi Pendidikan
Tidak semua perusahaan asuransi menggunakan rumus yang sama, tapi Anda bisa memperkirakan premi dengan simulasi sederhana berikut:
Premi bulanan = (Target dana pendidikan ÷ Lama waktu menabung) ÷ 12 bulan
Sebagai contoh:
- Target dana pendidikan anak saat kuliah: Rp200 juta
- Waktu menabung: 15 tahun
Maka:
Rp200.000.000 ÷ 15 = Rp13.333.333 per tahun
Rp13.333.333 ÷ 12 = Rp1.111.111 per bulan
Namun angka ini belum termasuk biaya administrasi, manfaat tambahan, serta faktor inflasi pendidikan yang bisa mencapai 10–15% per tahun.
Artinya, Anda sebaiknya menyiapkan premi sedikit lebih tinggi (sekitar Rp1,2–1,5 juta per bulan) untuk menjaga nilai investasi tetap aman.
Tips Mengatur Premi agar Tidak Mengganggu Keuangan
Menghitung saja tidak cukup – Anda juga harus bisa menyesuaikan premi dengan kondisi finansial keluarga. Berikut beberapa tips praktisnya:
- Gunakan rumus 10–20% dari penghasilan bulanan
Idealnya, premi asuransi pendidikan tidak lebih dari 20% dari total penghasilan bulanan keluarga.
Misalnya, jika pendapatan Anda Rp10 juta per bulan, premi maksimal yang disarankan adalah Rp2 juta. - Pilih periode pembayaran yang fleksibel
Banyak perusahaan asuransi menawarkan opsi bayar 5 tahun, perlindungan 15–20 tahun.
Ini membantu Anda menyelesaikan kewajiban lebih cepat tanpa kehilangan manfaat jangka panjang. - Pertimbangkan kenaikan pendapatan di masa depan
Anda bisa mulai dengan premi kecil, lalu menambahkannya seiring kenaikan gaji atau pendapatan usaha. - Jangan lupakan kebutuhan lain
Asuransi pendidikan penting, tapi jangan sampai mengorbankan kebutuhan dasar lain seperti dana darurat, tagihan, dan biaya hidup harian. - Bandingkan beberapa produk sebelum memilih
Gunakan kalkulator asuransi online atau konsultasi langsung dengan agen resmi untuk mendapatkan simulasi premi terbaik sesuai kebutuhan Anda.
Simulasi Perbandingan Premi Berdasarkan Usia Anak
| Usia Anak | Lama Investasi | Target Dana Pendidikan | Perkiraan Premi Bulanan |
|---|---|---|---|
| 2 tahun | 15 tahun | Rp200 juta | ± Rp1 juta |
| 5 tahun | 12 tahun | Rp200 juta | ± Rp1,3 juta |
| 10 tahun | 8 tahun | Rp200 juta | ± Rp1,8 juta |
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa memulai lebih awal membuat premi lebih ringan dan memberikan ruang bagi nilai investasi untuk berkembang lebih maksimal.
Menghitung premi asuransi pendidikan dengan benar adalah langkah penting agar Anda tidak terbebani secara finansial.
Dengan mempertimbangkan usia anak, target dana, dan kemampuan keuangan keluarga, Anda bisa menentukan premi yang ideal – cukup untuk menjamin masa depan anak tanpa membuat dompet kering.
Ingat, asuransi pendidikan bukan hanya soal menabung, tapi juga soal proteksi dan perencanaan masa depan.
Mulailah menghitung sekarang, agar langkah Anda semakin pasti menuju masa depan pendidikan anak yang cerah.










